Ashoka 215

Bagikan

Di kerajaan Magadha, Bindu masih berbincang dengan anggota keluarga, baginya apa yang sudah dilakukan oleh Rani Noor benar-benar tidak terduga.

Bindu :” Noor sudah melakukan penyerangan tapi serangan itu dilakukannya cukup mudah, pasti ada orang dalam istana yang sudah membantu Noor dan juga Dastan masuk ke istana, jika mereka tidak mendapatkan bantuan maka mereka tidak akan pernah bisa memasuki istana Magadha”

Helena :”Apakah orang itu Aakramak?”

Bindu : “Tetapi Aakramak diserang, dan ia juga mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kita”

Bindu menegaskan :”Aku harus mencari tahu siapakah orang yang sudah membantu Noor dan Dastan, jika ku temukan penghianat itu maka ia akan mendapatkan hukuman lain selain kematiannya, kita harus bertanya kepada semua prajurit yang masih tersiasa ketika istana di serang”

Helena tetap besikap tenang agar tidak dicurigai dan meminta agar Mahamadya Kaalatak membantu Bindu untuk mengusut, dan menunjuk panglima baru untuk istana Magadha

Kaalatak hanya mengangguk

Dikamar Aashoka, Chanakya mengatakan kepada Ashoka “ Kenyataan pahit yang terbesar dalam hidup seseorang ialah orang terdekat dalam hidupnya dengan tega diserang oleh orang lain, jika memang kau harus menghadapi masalah dalam kehidupan mu, maka kau harus bersiap untuk bertarung dengan siapa saja”

Ashoka hanya mengangguk mendengar nasehat Chanakya :” Aku sungguh tidak tahu siapakah orang yang berfikir untuk menyakiti ibu ku dan juga ibu pertiwi ku”

Dharma berbaring ditempat tidur Ashoka

Malam hari, Ibu suri Helena datang ke penjara untuk menemui Dastan. 

Dastan tidak mengetahui bahwa Helena akan datang menemuinya

Dastan mengatakan kepada Helena :”Kau tahu mengapa aku masih hidup?. Karena Bindu ingin tahu siapakah penghianat yang ada didalam istana yang mau membantu Noor dan diri ku (Dastan)”

Kilas balik ketika dastan marah kepada ibu suri Helena ketika mereka bertemu di koroodor

Dastan : “Aku mempunyai surat yang sempat ditulis oleh Noor. Bindu tidak akan mempunyai keraguan untuk memnbacanya, dia akan sangat mengerti bahwa Yunani juga merupakan musuhnya”

Helena mengatakan kepada Dasatan : “Kau tidak akan mengatakan bahwa aku membantu mu dan menyebutkan nama ku maka aku akan membatu mu dan membawa mu pergi”

Dastan :” Jadi kau mengira, jika kau menginginkan untuk menyelamatkan diri mu, maka kau akan berfikir untuk menyelamatkan diri ku”

Dastan di rantai di dalam penjara

Keesokan paginya, semua orang berkumpul untuk mempersiapkan upacara pembakaran jasad Rani Noor, jasad Rani Noor sudah di taruh diatas tumpukan kayu dan siap untu dibakar. 

Helena sangat sedih melihat keadaan siamak

Bindu berfikir tentang masa lalu

Kilas balik ketika Rani Noor sangat marah dengan Rani Dharma, saati itu pertama kalinya Dharma masuk menjadi permasuri Yang Mulia Bindusar

Bindu befikir :” Aku hanya berharap bisa memahami semua amarah, kecemburuan dan juga rasa tidak nyaman mu, itu akan memperngaruhi putra mu”

Pandit datang dan memberikan log api kepada Siamak

Siamak mendekati jasad ibunya dan ia menangis

Siamak teringat saat terakhir dirinya bertemu dengan ibunya, ibunya menangis sambil memegang log pembakaran dan ingin membakar dirinya sendiri”

Siamak mulai menyulutkan api pada jasad ibunya

Siamak juga berfikir tentang masa lalu yang sangat bahagia bersama dengan Ashoka, saat perayaan pemecahan kendi mentega Ashoka mengatakan agar tidak menghawatirkan nasib para ibu mereka.

Siamak ingin pergi, Ashoka mendekati Siamak dengan mencakupkan kedua tangannya dan ia meminta maaf kepada Siamak

Ashoka :”Ku mohon kau mau memaafkan aku, aku sudah begitu banyak menyakiti hati mu, aku akan menerima hukuman yang akan kau berikan kepada ku”

Bindu meminta agar Siamak mau memaafkan suadaranya 

Bindu :” Apa yang sudah Ashoka lakukan kepada ibu mu, ia hanya menyelamatkan ibunya, maafkanlah kakak mu siamak”

Siamak memeluk Ashoka “Aku sudah memaafkan mu kak”

Siamak pergi dari sana

Diikuti oleh bindu dan ashoka beserta semua orang

Hanya tersisa Chanakya dan ibu suri Helena

Chanakya bertanya pada Helena :”Aku bisa memahami ketika Siamak tidak ditahan, tetapi aku sama sekali tidak mengerti mengapa kau tidak disandra oleh Khurasani, sepetinya Khurasani mempunyai tempat khusus untuk mu (Yunani)”

Helena :” Apa maksud dari ucapan mu?”

Chanakya :” Aku akan segera membuktikan segalanya, dan itu tidak akan lama lagi”

Chanakya pergi

Dikamar pribadi Cahru, cahru membuka kotak peralatan ilmu hitamnya dan memeriksa semua boneka ilmu hitamnya, cahru terkejut ketika melihat semua batu-batu merah miliknya berubah warna menjadi putih

Cahru juga berfikir tentang ucapan wanita penyihir jika ia gagal maka sesuatu akan terjadi dan ia akan menanggung akibatnya

Charu :”Ini berarti sudah ada sesorang yang menyelamatkan Dharma dari ilmu tantra ku”. Seseorang telah datang dan sudah mengetahui sihir ilmu hitam yang aku lakukan pada Dharma”

Cahru berfikir tentang ucapan chanakya ketika ia datang menemuinya di kamarnya dan akan membawa semua bukti kehadapan yang mulia Bindusar

Kilas balik ketika chanakya datang menanyai tentang perubahan sikap Dharma 

Cahru mengatakan “jika memang aku berada di balik semua itu, chanakya sudah meyakinkan hukuman untuk orang yang melakukan ilmu hitam di Magadha ialah hukuman kematiam, dan chanakya akan memastikan aku akan mendapatkan hukuman itu”

Diruangan chanakya, chankaya sedang membaca selambar kertas.

Radha gupta mengatakan kepada Chanakya bahwa dirinya sangat meragukan pejabat Parushottam

Radhagupta :”Parushottam sering datang ke istana untuk bertemu dengan sushima dan Mahamadya Kaalatak”

Chanakya :” Ia belum datang lagi sekarang, Parushottam pasti sudah mati”

Kilas balik ketika Sushima menebaskan pedangnya dengan sangat keji

Chanakya :” Sushima dan Kaalatak berada disini dan bersama-sama , sekarang justru aku merasakan ada sesuatu yang lebih dari pada itu, itu semua masih belum terungkap, sekalipun Sushima seorang pangeran, lalu mengapa ia mengambil uang kas, mengapa ia membutuhkannya?” Aku harus mengungkapnya ada sesuatu yang tidak beres”

Chankya :”Tahta Magadha untuk menyatukan seluruh india, siapapun yang sudah merencanakan sesuatu, maka aku akan bersumpah untuk membawa keluar semuanya kehadapan yang mulia Bindusar, malam ini aku akan mencari tahu siapakah musuh-musuh itu”

Di pasar, Ashoka sedang melakukan penyamaran bersama dengan seorang pria

Ashoka berbincang tentang keadaan ibunya

Pria yang besama dengan Ashoka mengisyaratkan tentang ilmu hitam 

Ashoka meminta solusi kepadanya

Sambil Ashoka mengamati disekitar Ashoka mengatakan “ Aku akan member 100 koin emas ini bagi orang yang dapat menyembuhkan ibu ku”

Datang pria lain yang membertahu Ashoka untuk kesuatu tempat

Pria itu mengatakan bahwa ia tidak akan menemukan orang seperti itu disini yang akan membantunya

Ashoka mengangguk dan ia pergi

Sorang pria lainnya mengikuti ashoka

Di kamar ibu suri Helena, Helena sedang menulis surat dengan kode

Helena tidak mau kehilangan Siamak, Helena memberikan surat itu kepada sorang pelayan

Helena :” Pastikan surat ini sampai ditangan ayah ku dengan aman”

Helena memberikan imbalan untuk pelayan itu

Orang suruhan Helena bergegas berjalan, ketika ia hendak sampai dan mau menunggangi kuda

Chanakya beserta Radhagupta dan dua orang prajurit sudah mengadangnya

Orang suruhan Helena berusaha untuk menelan kertas, Radhagupta memaksa agar ia membuka mulutnya, tetapi Radhagupta hanya menarik sepotong surat dari Helena, ia memberikan potongan surat itu di tangan chanakya

Chanakya memerintahkan kepada parajurit dan Radhagupta agar mereka membawa sisa kertas dari Helena dari mulutnya msekipun pada akhirnya harus membunuhnya.

Ashoka berjalan disuatu tempat, sesoramg mengikutinya

Pria itu menawarkan untuk membantu Ashoka

Pria :” Aku tadi sudah mndengarkan diri mu, semua itu memang petunjuk ilmu hitam, aku tahu bagaimana cara melakukannya”

Ashoka akan memberikan kantong koin emas kepada si pria “selamatkanlah ibu ku”

Tiba-tiba ashoka mengambil kembali kantong uang koin miliknya “ tapi lau harus memberitahu pada ku , apa kau pernah merawat orang sebelumnya?”

Ashoka meminta agar pria itu datang

Pria itu berdalih bahwa ia bisa melakukannya disini saja, orang-orang datang kepada ku dari jauh”

Ashoka setuju, Ashoka memberikan kembali kantong koin emasnya, ia melepaskan penyawamrannya membuka kumisnya

Pria itu ketakutan dan ia sangat terkejut kemudian mejatuhkan kantong koin emas

Ashoka : “Hal seperti itu sangat illegal untuk melakukan ilmu hitam di Magadha, apa kau yang menggunakannya pada anggota keluarga kerajaan?”

Pria itu akhirnya mengakui bahwa ia sama sekali tidak mengetahui tentang ilmu hitam , ia memohon ampun kepada Ashoka , lalu ia memberitahu kepada Ahoka tentang seorang wanita tua yang dapat melakukan ilmu hitam kepada siapapun

Ashoka mengancam agar ia memerikan tahu dimana tempat wanita itu, pria mengatakam kepada ashoka tentang seorang wanita tua yang tinggal di sebuah gua “Hanya dialah yang mampu melakukannya, aku sering membatunya mencari mayat, yang ku katakan ini kebenarannya” ujar sang pria

Ashoka kembali bertanya kepada pria itu tentang letak keberadaan gua itu

Pria memberitahukan tentang wanita tua penyihir yang ketika itu ditemui oleh Cahrumitra untuk mencelakai Dharma dan juga putranya ashoka.

Perecap : Ashoka datang ke gua untuk menemui si wanita tua penyihir yang melakukan ilmu tantra kepada Dharma. 

Wanita penyihir menolak untuk memberi tahu kebenarannya kepada ashoka

Ashoka mendorongnya dan mendongkan belati di leher wanita tua penyihir

Ashoka :” Katakan kepada ku siapa wanita itu, wanita yang sudah membuat ibu ku hidup tidak, mati pun juga tidak dengan menggunakan ilmu hitam”

Cahru melihat mereka dari luar.
Sumber http://www.portalsinopsis.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *