Ashoka 213

Bagikan

Di kamar cahrumitra, Cahru sedang sangat gelisah, ia berdoa kepada dewa “semoga keputusan yang mulia Bindusar berubah dan tidak mengirim putra ku ke thakasalia”. Cahru sangat mencemaskan Susima jika ia harus pergi ke daerah yang sedang konflik dan penuh dengan tindak kekajaman,Cahru berfikir agar Bindusar harus merubah pikirannya agar tidak mengirimkan susmia 

Cahru mengeluarkan bola merah dari dalam kotak

Prajurit datang menyampiakan kepada bahwa chanakya telah datang untuk bertemu dengan dirinya.

Chanakya masuk dan memberikan salam kepada Cahrumitra 

Cahru kemudian ia menyembunyikan kembali bola merah tersebut kedalam kotak penyimpanannya

Chankya ketika itu bertanya kepada cahru bagaimana kabar dirinya dan apakah kedatangan dirinya sangat menganggu

Cahru mencoba menenagkan diri untuk bicara dengan chanakya, 

Chanakya hanya tersenyum pada Cahru

Cahru menanyakan tentang kedatangan dirinya menemuinya

Chanakya bertanya kepada cahru tentang perubahan sikap yang di alami oleh permaisuri Dharma ketika yang mulia Bindusar dan Chankya untuk sementara waktu tidak berada diistana

Cahru menjelaskan bahwa memang benar semenjak kepergian mereka, sikap Dharma telah banyak berubah, ada yang aneh pada diri Dharma, ujar cahru pada Chanakya

Chankya mulai curiga dan kembali mempertanyakan tentang keanehan apa yang telah dialami oleh dharma karena setau Chankaya bukan hanya ibu suri helana dan noor saja yang tidak menyukai Dharma tetapi juga chanakya mempertanyakan bahwa bukankah kau juga tidak menyukai Dharma dan juga Ashoka, Chankya mempertanyakan tentang niatnya yang seketika berubah menjadi baik, 

Cahru hanya berkilah ya meamang semenjak Dharma ada di isatana Magadha, cinta yang mulia Bindusar lebih beralih hanya kepada dharma saja, aku hanya menjaga milik yang mulia yang sangat ia cintai dan tidak pernah menyulitkan Dharma.

Chankya menasheti charu memang begitulah manusia, manusia tidak bisa dikatakan baik jika memang dia menyembunyikan maksud tersembunyi untuk mencelakai orang lain

Charu menolak untuk bicara pada Chankya karena ia sudah sangat merasa bahwa chankaya sudah mengetahui apa yang sebenarnya pada dewi Dharma

Chankya menegaskan kepada charu, bahwa apa yang sudah dilakukan pada dharma dia akan segera mencari tahu bukti dan juga kebenarannya dan jika cahru terbukti bersalah maka ia akan melaporkan semua tindakan sadis cahru dan cahru, dan jika Cahru tidak mau mangatakan kebeanarannya di depan yang mulia Bindusar, chanakya meyakinkan pada cahru, bahwa ia akan mendapatkan hukuman.

Chankaya pun menegaskan kepada cahru bahwa dirinya dan juga susima tidak bisa mengubah takdir hidup ashoka untu menjadi seorang raja satu-satunya di Magadha dan menggantiakannya, tidak dengan susima dan tidak juga dengan yang lainnya

Mendengar ucapan chankya, charu langsung bertambah gelisah dan ia menangis ia duduk di tepian tempat tidurnya

Diluar istana, pasukan Dastan besama dengan Noor, mereka akan memasuki pintu istana melalui batas tembok yang tinggi dan dijaga ketat oleh prajurit Magadha

Noor meminta agar Dastan memanjat dinding yang tinggi agar memudahkan penyerangan langsung ke dalam istana Magadha

Dastan menarik tuas dan ia mulai berlari dan memanjat ke atas dinding perbatasan bersama dengan para prajuritnya, satu persatu panah melesat dan dastan menaiki dinding tembok dengan bantuan anak panah, suatu ketika panah meleset dan mengenai tangan dastan, dastan mengentikan langkahnya untuk memanjat dinding dan membuat noor khawatir, akhirnya Dastan berhasil mencapai puncak dinding dan menyerang semua prajurit Magadha, kemudian dari atas tembok Dastan melemparkan tali dan menyuruh agar Noor segera menyusulnya dengan tali, kemudian satu orang prajurit datang, Datan berusaha untuk mempertahankan tali ia berusaha juga untuk melawan prajurit, noor terposok tetapi dengan cepat Dastan mengalahkan prajurit dan kembali menarik tali.

Dastan dan noor sudah berhasil menaiki dinding dan sampai dipuncaknya,

Ashoka dan Bindu sedang berbincang, Bindu menjelaskan tentang teknik perang dan ia mengatakan bahwa ashoka harus fokus dengan serangan, bindu menyiapkan boneka replica prajurit dan memberikan pedangnya kepada Ashoka

Dastan menghabisi semua prajurit Magadha, Dastan dan Noor memanah dua orang prajurit di atas menara dan mereka berhasil memasuki wilayah istana

Bindu meminta agar ashoka fokus

Ashoka mencoba menebaskan pedangnya di boneka tiruan prajurit

Bindu melihat bahwa arah pedang ashoka masih terlalu lemah dan tidak menimbulkan bekas sayatan apapun

Kemudian susima datang untuk membujuk ayahnya agar ia mengirim ashoka saja ke Takhsalia, ashoka menolak karena kesehatan ibunya sedang tidak baik

Prajurit datang menghadap dan mengatkan bahawa para musuh mengalahkan semua prajurit dan membunuh semua prajurit , dan istana telah di serang, mendengar hal itu bindu langsung berlari

Ketika Ashoka ingin menyusul ayahnya, Susima Manahan langkah kakinya

Susima mengatakan kepada ashoka jangan egois dan hanya memikirkan ibunya saja tetapi lakukan semua itu dari hatinya

Ashoka bingung dan bertanya dan menaruh curiga kepada Susima mengapa dirinya dengan cepat merubah jalan pemikirannya, yang memutsukan nanti ayah dan bukan kakaknya.

Seorang Prajurit sudah terluka dengan sekuat tenaganya membunyikan lonceng sebagai peringatan bahaya, mendengar bunyi lonceng Ashoka dan Susima langsung berlari

Di korodor istana Aakramak memerintahkan semua pasukannya untuk menangkap dan menghalangi musuh

Aakramak bertemu dengan Bindu di koridor, bindu bertanya mengapa hal semacam itu bisa terjadi tetapi aakramak meminta agar bindu tetap tenang, bidnu pergi bersama dengan prajurit aakramak

Di penjara kurasan sangat senang bahawa semua impiannya selama ini akan tercapai ia sangat bahagia

Dastan sudah memasuki batas wilayah istana lebih jauh, ia melepaskan anak panah dengan api tiba-tiba api menyambar dan menewaskan semua prajurit

Dastan sangat senang dan memerintahkan agar semua prajuritnya menyerang dan membunuh semua orang dan tidak menyisakan satu orang pun

Dastan hendak memutar tuas tali untuk membuka pintu gerbang istana, aakaramak mengalangi dan menahan.

Pasukan Dastan akan menyerang Aakramak, tetapi Dastan menghentikan tindakan semua pasukannya.

Dastan meminta agar aakramak menyingir.

Dastan dan aakaramak terlibat perkelahian sengit dan bertarung pedang, Dastan menjatuhkan pendang Aakramak dan mereka bertarung dengan tangan kosong

Aakramak mengambil kembali pedangnya dan mereka kembali bertarung pedang

Tetapi dastan menggorok leher aakramak, aakramak mati ditempat

Prajurit melapor kepada bidnu ketika ingin menyelamatkanShubarasi dan putranya drupat

Prajurit menemui bindu ia mengatakan bahwa Aakramak telah terbunuh.

Noor membuka tuas dan pintu pun terbuka, noor juga membantu Dastan mengalahkan prajurit Magadha, mereka berpelukan

Ashoka ingin menuju koridor melalui jalan pintas, ia tidak bisa membuka teralis besi jendela

Tiba-tiba ashoka menemukan gulaban kuda kesayangannya 

Ashoka mengikatkan tali dan menunggangi gulaban dan teralis jendela terlepas

Ashoka masuk menuju ke koridor melalui jalan pintas dan ia menemukan semua prajurit telah tewas, dan menemukan Aakramak sudah tidak bernyawa, ashoka menangis sedih dan bersumpah akan membalaskan kematiannya kepada siapapun yang telah membunuhnya

Ditempat ibu suri Helena, siamak ingin pergi membantu ashoka tetapi ibusrui melarangnya,ibusuri membujuk agar siamak tidak keluar dari kakmarnya dan mereka berpelukan. Noor melihat siamak dari kejauhan

Dastan sudah mencapai kooridor utama istana Magadha dan mengabisi semua prajurit, ia bertriak memanggil nama Bindusar

Ditempat lain, Bindusar mendengar suara triakan Dastan dan mengeluarkan padangnya

Ashoka dan juga Dastan terlibat perkelahian di kooridor istana, Dastan mengalahkan ashoka dan melukainya ketika Datan mau menusik Noor menangkis pedangnya. Noor menunjukan wajahnya kepada Ashoka, ashoka terkejut :’Kau ibu Noor”

Noor menolak :’Aku tak pernah menjadi ibu mu”

Noor memberitahukan kedatangannya besama dengan Dastan untuk merebut athta Magadha

Dan membuat ashoka sangat terkejut. Pasukan Dastan membawa ashoka pergi

Noor teringat pada semua masa lalunya dengan justin, ia juga mengingat masa lalunya ketika Ashoka mengatakan bahwa ayahnya selalu mencoba untuk membunuh ibunya

Dastan menepuk pundak noor, noor berterima kasih kepada Dasstan dan ia mengatkan bahwa ia akan membalas dendam

Bersama dengan kaalatak di tempat lain permasuri dharma, rani shubarasi bersama dengan drupat dan cahru mereka akan menyelamatkan diri, tetapi para prajurit Dastan mengadang langkah mereka

Prajurit datsan menawan Drupat, shubarasi meminta agar mereka tidak melukai drupat yang masih sangat kecil

Drupat ketakutan

cahru bertanya siapa mereka tetapi semua prajurit dastan meminta agar mereka menyerah

Seorang prajurit meminta agar chanakya dan radhagupta menyelamatkan diri, tetapi radhagupta menyerang prajurit

Prajurit dastan mengikuti radhagupta dan chanakya

Ashoka diikat dan dibuang ke sungai, ia diikat dengan tali yang terikat dengan batu,

Dengan sekuat tenaga ashoka berusaha melepaskan ikatan

Chankya dan Radhagupta datang, Chanakya melihat noda darah di air dan memutuskan untuk tidak membantu Ahsoka dan yakin bahawa ashoka bisa menyelamatkan dirinnya sendiri , chanakya melemparkan bambu

Chanakya dan radhagupta pergi mereka pun ditawan oleh pasukan Dastan. Drupat pingsan di pelukan ibunya

Bindu datang dan meminta agar parajurit datsan melepaskan semua anggota keluarganya, susima pun di tawan oleh pasukan dastan

Prajurit dastan meminta agar bidnu menjatuhakan pedangnya dan juga menyerah, dan mereka meminta agar bindu segera membawa semua keluarganya mengikuti prajurit lainnya

Semua anggota keluarga kerjaaan di bawa ke ruang pengadilan Bindusar.

Dastan sudah menunggu kedatangan mereka semua dan menyambutnya di atas tahta Bindu

Bindu :”Dastan”

Klias balik ketika Khurasan mengajaknya ke tempat pertarungan ia melihat kehebatan dastan bermain pedang sambil memperkenalkan putrinya noor, kemudian dastan mendongakn pedangnya

Bindu bertanya kepada dastan mengapa dirinya melakukannya dan membunuh semua pasukan Magadha

Dastan memberikan alasan yang sangat tegas bahawa kedatangannya untuk merebut tahta Magadha.

Dastan menyingkir, dihadapan bindusar dan semua orang duduk seorang wanita diatas tahta bindu ia melepaskan penutup wajahnya

Bindu kaget :”Noor”

Charu mengatakan pada Noor bahwa ia seorang penghianat

Prajurit dastan mengahalangi cahru

Noor mengatakan aku memang membawa kejutan untuk kalian semua noor melangkah maju menemui semua anggota keluarga kerjaaan noor menegaskan bahawa dirnya akan merebut tahta dari tangan bindu

Bindu mengatakan untuk apa noor melakukannya

Noor mengatakan semua lupapan emosinya kepada Bindu bahawa selama ini noor tidak mencintai Bindu dan hanya menginginkan siamak duduk diatas tahta Magadha saja, noor juga mengatakanbahwa ia tidak pernah mencintai bindu

Bindu berteriak :”Nooor”

Noor bertambah marah :”Bindusaaar, tutup mulut mu”

Noor juga sangat marah kepada Dharma dan juga ashoka, karena merekalah impianlernikahannya dengan bindu hancur

Kaalatak membuka mulutnya dan mengatakan kepada noor bahwa ia tidak perlu melakukannya siamak masih belum pantas duduk diatas tahta

Noor mengatakan pada Kaalatak, sekarang kenyataannya tidak Ashoka dan tidak susima yang akan duduk diatas tahta Magadha tetapi siamaklah yang akan berkuasa, noor juga mengatkan bahwa dastan dan dirinya saling mencintai mereka akan menikah dan akan membawa siamak ke tahta Magadha

Noor datang kesamping dastan dan menggenggam tanagnnya

Noor :”Tidak akan ada yang lain, hanya aku dan dastan dan tidak lama lagi putra ku siamak akan duduk diatas singgasana ini, hanya dirinya yang layak menjadi raja magdha

Shubarasi memohon agar Noor tidak melukai drupat

Noor bilang kepada shubarasi bahwa :”Jika aku bisa membunuh ashoka, maka aku juga bisa membunuh Drupat”

Mendengar hal itu Dharma tidak terima dan maju menemui Noor

Dastan mengalangi, Dharma mendorong dastan :”:Menyingkiralh”

Dharma :” Putra ku tidak akan mati, anak ku masih hidup”

Noor datang kehadapan Dharma ia menampar dharma dan juga mendorongnya,

Melihat hal itu Bindu ingin maju tetapi dihalangi oleh prajurit Datsan

noor mencengkram wajah dharma

Noor :’Dengarkan aku baik-baik, jika kau begitu sangat percaya pada keyakinan mu maka suruhlah ashoka kemari untuk melindungi kalian 

Dharma menangis :”Ashoka”

Perecap :”Ashoka memasuki koridor dan membunuh semua prajurit dastan, Ashoka menjerat leher parajurit Dastan dengan ranati, kemudian Ashoka berlari masuk ke ruang pengadilan melawan semua prajurit Dastan dan tidak sengaja menusuk Rani Noor untuk melindungi dirinya, semua orang sangat terkejut.
Sumber http://www.portalsinopsis.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *