Ashoka 208

Bagikan

Diistana Magadha, semua orang masih bersih tegang. 

Bindu berjalan dikoridor istana, ia sangat gelisah dan menyandarkan dirinya pada pilar. 

Kilas balik : ketika ia harus menjatuhi ashoka hukuman mati, dan seorang prajurit datang untuk menyampikan bahwa kondisi susima bertambah sekarat

Chanakya datang dan menepuk pundak Bindu. Bindu menceritakan semua perasaanya kepada chanakya, ketika itu bindu merasa sangat tidak berdaya

Bindu :”Acharya, kehidupan kedua putra ku berada di tepian jurang, apa yang harus kulakukan?”

Chanakya berbicara untuk tetap berada dipihak ashoka dan tetap mendukungnya.

Chanakya mengatakan kepada Bindu :’ Ku harap kau tidak pernah menyesali keputusan mu nanti, ashoka akan di hukum jika memang ia bersalah, tapi bagaimana dikemudian hari kau menemukan bahwa memang dirinya tidak bersalah setelah kau menjatuhkannya hukuman mati?” aku ingin kau memberikan waktu untuk dapat membuktikan apakah benar ashoka yang sudah melakukannya atau bukan”

Ketika itupun bindu ingin berfikir bahwa ashoka tidak bersalah

Bindu : “Tapi acharya, belati itu ada ditangannya, ashoka pun sudah mengakui kejahatannya, disana pun ia menjadi agradoot, bahkan yang tidak aku percaya ashoka mencoba untuk menyakiti ku, yang lebih membuat ku terkejut tentang perubahan shubatrangi (permaisuri Dharma), ia bilang pada ku tahu segalanya sejak awal, bahkan ia meminta agar aku membuat ashoka menjadi pengganti ku, ia pun meminta dibuatkan istana yang terpisah untuk ashoka dan juga dirinya, ia sangat menyadari fakta bahwa memang ashoka adalah agradoot , dan mengetahui hubungan antara Ashoka dan Ahenkara, bagi ku ini semua sangat mengejutkan”

Chanakya tidak percaya bahwa shubatrangi / Dharma bisa mengatakan hal-hal semacam itu.

Bindu sangat menyesal sudah mempercayai ashoka dan juga Dharma

Bindu mengatakan pada chanakya :”Kau memang mampu mengenali ayah ku chandargupta Maurya, tapi bukan pada Ashoka”

Bindu berjalan pergi meninggalkan chanakya, chanakya memanggil Bindu tetapi Bindu tidak mau peduli

Chanakya datang menemui ashoka di penjara, ashoka mengatakan pada chankaya :” Kau datang terlambat, aku memang sangat membutuhkan mu tapi sekarang semuanya sudah terlambat”

Ashoka menangis

Chanakya :” Masih banyak waktu yang masih tersisa”

Ashoka :” Acarya, aku sudah melakukan kesalahan”

Chanakya pun mengangguk setuju “ ya, ashok kau memang telah melakukan kesalahan, sebagai seorang guru aku tidak bisa selalu bersama dengan mu”“Meskipun semua pengetahuan yang dimiliki oleh muridnya, tapi kau hanya membuat kesalahan itu saja, kau sudah ikut campur dalam sistem peradilan Magadha dengan menjadikan identitas mu menjadi Agradoot”. “Ini tanggung jawab mu untuk melakukannya, tetapi kau benar-benar sudah menghina hal itu”

Ashoka sangat menyesalinya dan mengatakan pada chanakya :”Aku saat itu tidak mempunyai pilihan lain”

Chanakya :” Setiap orang mempunyai pilihan, dan mencari jalan keluar sesuai dengan tujuan mereka”

Ashoka :” Kau dan juga ayah ku berada disini, tapi aku hanya mengambil keputusan dari tangan ku sendiri”

Chanakya :”Kau harus terus bersabar, kau harus melihat kau sudah terjatuh dalam maslah, sekarang aku ingin tahu dan mendengar tentang kebenarannya dari mu”

Chanakya mengeluarkan surat dari balik bajunya dan memberikan kepada ashoka

Chanakya :” Ashok, setelah kau melihat surat ini, kau akan merasakan hal yang sama seperti yang ku lihat ketika aku melihat kakek mu Chandragupta Maurya! Yang memiliki harapan yang sama, aku memiliki keyakinan penuh bahawa dalam visi ku aku melihat dirimu sebagai penyelamat seluruh India, ayah mu sudah mengatakan kepada ku bahawa aku sudah melakukan kesalahan dalam memahami diri mu”

Ashoka :”Maafkan aku Acharya, aku sudah membuat mu dan juga ayah ku kecewa, aku memang pantas untuk mati”

Ashoka sangat sedih, chanakya mengusap air mata ashoka, chanakya meminta agar ashoka membaca isi surat itu.

Chanakya meyakinkan pada ashoka :” Jika kau menemukan semua jawaban dalam isi surat itu, maka kau medapatkan jalan keluar dari semua masalah mu, jika tidak maka aku akan menerima kenyataan bahwa aku telah benar-benar gagal menjadi guru mu”

Ashoka membaca isi surat dari chankaya “ susima menyerang / menyiksa ahenkara, ashoka ikut campur, ahenkara melukai susima untuk menyelamatkan dirinya sendiri, ashoka memutuskan untuk menyalahkan dirinya sendiri untuk menyelamatkan ahenkara”

Setelah membaca isi surat itu, ashoka menjatuhkan surat itu.

ashoka mencakupkan tangannya dan berterima kasih, dan menyentuh kaki chanakya.

Chanakya :” Sekarang sebagai seorang guru aku sudah membantu muridnya, bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawa ku untuk itu”

Ashoka meminta janji pada chanakya agar tidak mengatakan yang sebenarnya pada ayahnya dan juga kepada siapapun, dan semuanya akan selesai!

Chanakya menjanjikannya pada ashoka

Chanakya : “Kau menyembunyikan kebenaran itu untuk menyelamatkan nasib dua orang sekaligus dengan mempertaruhkan nyawa mu ashok, dengan cara ini keadilan tidak akan pernah dapat terjadi, dalam hal ini, ini merupakan motif tersembunyi, bagi ku kau telah melindungi Magahda, aku pun harus membantu mu dengan cara yang sama”

Di kamar pribadi chanakya, chanakya menatap jendela luar seketika suasana cepat berganti dengan malam

Radhagupta bertanya pada chanakya :”Apa yang sedang kau pikirkan Acahrya?”

Chankya :” Sebagai seorang ayah, raja terlalu sangat emosi sehingga ia harus mengambil keputusan menghukum mati putranya, aku tahu sosok agradoot hanyalah ilusi, sedangkan dharma ia tidak pernah mendukung orang yang salah dan tidak pernah menjadi egois. “orang-orang inilah yang sudah merencanakan sebuah rencana untuk raja, sekarang pun susima masih tergeletak di ranjang, sekarang pun tidak mungkin untuk membantu ashoka, besok matahari sudah terbit dan akan membawa dirinya pada kematian, aku pun tidak punya banyak waktu untuk mengumpulkan semua bukti”

Radhagupta :’ Apa kita bisa membatu ashoka jika kondisi susima akan tetap seperti itu, tidak ada pengobatan yang berhasil, hal inilah yang membuat yang mulia semakin merasa terganggu, apakah ia akan tetap mengambil keputusan yang sama jika susima baik-baik saja?” sekarang hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan ashoka”

Chanakya juga mengatakan hal yang sama, chanakya :’ Aku tahu yang bisa membuat keajaiban itu”

Dikamar dharma, dharma duduk di tempat tidurnya menyiapkan sebuah kotak dan ia sedang membereskan semua pakaian ashoka

Sambil memegang baju ashoka, dharma mengatakan :”Aku tidak banyak memiliki waktu”

Dharma meminta agar kasturi mau membantunya

Dharma memegang mainan ashoka dan mengatakan :” Ashoka besok pagi akan pergi meninggalkan aku untuk selamanya, aku harus memberikan semuanya pada ashoka sebelum itu terjadi”

Kasturi sangat sedih melihat keadaan dharma dan menyanggupi permintaan dharma :”Baiklah Rani Dharma”

Chanakya datang menemui dharma dikamarnya

Chanakya :” Apa yang akan terjadi pada ashoka besok, aku tidak akan pernah membiarkan ashoka mati”

Dharma mendapatkan secercah harapan, ia sangat senang melihat kedatangan chanakya, dharma pun tersenyum pada acharya chanakya

Chanakya : “Sistem pengadilan Magadha menjelaskan bahwa jika ada yang membunuh anggota keluarga kerjaan maka ia pun harus dibunuh, tetapi jika anggota keluarga itu tidak mati, maka pelaku kejahatan akan dihukum atas kejahatannya saja, dharma selamatkanlah susima hanya sampai besok pagi, sementara aku akan mengurus ashoka, aku akan mendapatkan waktu setelah itu, hanya ada satu jalan keluar untuk menyelamatkan ashoka, maka jangan biarkan susima mati, aku tahu kau mampu untuk melakukannya!”

Ditempat pengobatan tabib, cahru duduk disamping susima, cahru menagis melihat keadaan putranya yang masih belum sadarkan diri

Dharma datang menemui cahru, dengan sangat emosi cahru mengusir dharma

Charu :” Bukankah aku sudah katakan kepada mu jangan datang lagi kesini dan jauhilah putraku”

Dengan sangat marah cahru mendorong dharma

Chankya datang untuk menjelaskan : “Mungkin ini satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan susima”

Cahru meminta agar mereka meninggalkan dirinya dan juga putranya.

Cahru :” Aku tahu, kau sama sekali tidak merasa simpatik pada keadaan putra ku, aku tidak akan membiarkan kau membunuh putra ku dan terjebak dalam perangkap mu”

Chankya menjelaskan kepada charu : “Dewi dharma sudah pernah menyelamatkan yang mulia, bukan hanya aku tapi juga kau telah menyaksikan Mujizat tersebut, berikanlah dharma kesempatan”

Cahru :”Haruskah akau membiarkan dharma menyelesaikan perkerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh tabib untuk menyelamatkan putra ku?”

Dharma sangat memahami ketidaknyamanan dan juga perasaan cahru

Cahru :”Bahkan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan putra ku yang sedang sekarat!”

Dharma :” Aku bisa membantu susima”

Cahru : “Jangan bantu aku dengan cara apapun, aku tidak membutuhkan bantuan mu”

Dharma dengan sangat lembut memberikan cahru pengertian :” Tetapi jika susima sembuh aku akan keluar dari rasa bersalah ku, susima seperti ini karena putra ku, besok kita akan kehilangan kedua putra kita atau menyelamatkan salah satu diantara mereka, sekarang keputusan ada ditangan mu”

Charu menatap susima yang masih tidak sadarkan diri

Perecap : semua rakyat Magadha berkumpul di luar istana, untuk menyaksikan ashoka akan diberikan hukuman mati, para prajurit membawa ashoka ke tiang gantungan dan menutup wajah ashoka dengan kain hitam dan memasangkan tali di leher ashoka, algojo bersiap-siap untuk menarik tuas tali, papan penyanggah kaki ashoka sudah terjatuh.
Sumber http://www.portalsinopsis.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *