Ashoka 202

Bagikan

Ashoka menyamar menjadi penjual mainan anak-anak, ia mengikuti prajurit dan datang Ke rumah prajurit, prajurit curiga dan merasa ada sesorang yang mengikutinya, ia menengok sekeliling tapi tidak menemuakan siapapun, ia bersembunyi dibalik semak-semak, ashoka mengikuti prajurit sampai ke rumahnya, prajurit mengetuk pintu rumahnya, ahoka memukul prajurit dengan penyamarannya ashoka mengetuk pintu rumah prajurit, istri prajurit membukakan pintu namun ia ragu, ashoka membawakan mainan dan susu, istri prajurit mencurigai kedatangan si pedagang mainan atau ashoka, ashoka menghibur adik kecil ahenkara ia menemukan adik kecil ahenkara terus menangis, ashok meminta istri prajurit membawakan susu yang ia bawa untuk adik kecil atas saran ashoka

istri prajurit pergi membawa kendi berisi susu ketika ia kembali dengan mangkuk susu di tangannya ia tampak kebingungan adik kecil ahenkara sudah tidak ada.

DI Ruangan persidangan Bindu, para Penduduk desa datang menemui bindu dan mengadu kepadanya bahwa agradoot (palsu) menyerang kami, “tolonglah bantu kami”

Bindu : ” tidak ada yang diperbolehkan untuk menyakiti bangsa ku, ashoka akan berhadapan dengannya” tapi bagi ku agradoot tetap seorang teroris” Aku sudah memberikan kesempatan kepadanya untuk datang untuk menemuiku, tapi ia berniat untuk memerintahkan membunuh orang, 

Bindu mengatakan pada kalaatak : “aku nyatakan dia sebagai penghianat magadha, aku inginkan dia hidup ataupun mati”. 

Shusima mendengarkan ucapan yang mulia bindusar dan ia tetawa senang karena rencananya berhasil

Ashoka menggendong adik kecil ahenkara, istri prajurit dan prajurit sedang dalam perjalanan menyusul ashoka dengan pedang ditangan mereka, ketika ashoka ingin melangkah mundur, istri prajurit datang menghadang ashoka menaruh adik kecil ahenkara di lantai dan seolah ia menyerah tetapi kemudian prajurit terus melangkah maju, ashoka mengambil tali kemudian ia bergantung dan menendang prajuri, prajurit pun terjatuh, dan ashoka kembali mengambil kembali adik kecil ahenkara ketika istri prajurit mau mengambil adik kecil ahenkara, kemudian ashoka menendang selimut putih kewajah istri prajurit, ketika istri prajurit dan prajurit mau mengejar, ashoka sudah menghilang

ashoka pergi ketempat yang aman membawa adik kecil ahenkara dan mengatakan pada adik kecil yang ia gendong ” tenanglah aku akan membawa mu ke kakakmu ahenkara”

Di kamar bindu merasa bahwa ia sangat memerlukan kehadiran chanakya” seharusnya chanakya ada disini”

Dharma datang ke sana dan ia mengatakan ” kau tidak menginginkan ashoka menjadi pewaris di masa yang akan datang?”

Bindu mengatakan tentang masa depan magadha, aku akan memilih satu diantara mereka yang paling layak “

Dharma : ” jika kau tidak mau memenuhi semua permintaan ku, kau pasti dapat memenuhi keinginanku yang lain, aku menginginkan istana lain untuk ku dan juga ashoka”

Bindu mengatakan alasan “mengapa harus begitu?”

Dharma : ” aku udah menjalani kehidupan yang sulit selama 14 tahun dan hari ini aku merasa seseorang mendukung ketika aku membutuhkan, aku hanya merasa ashoka hanya sebagai anak biasa, aku tak mau terlihat seperti pengemis lagi, sekarang aku takkan minta apapun lagi pada mu, aku hanya ingin hidup dengan hormat”

Bindu :” apa sudah terjadi sesuatu padamu dharma?”

Dharma : ” jika kau tidak mau memberiku hak maka ashoka pun bisa merebut hak-haknya, aku sudah banyak melatihnya”

Bindu : “aku tak percaya ucapanmu ini dharma”

Bindu pergi

Cahru tersenyum licik

Bindu melihat cahru seolah sebagai dharma, karena ia sudah terpengaruh ilmu hitamnya

Dipasar, prajurit mengumumkan ” siapapun yang berhasil mengangkap agtadoot hidup ataupun mati maka ia akan mendapatkan pahala, dan akan sangat dihormati”

Ashoka sudah merubah pakaiannya menjadi agardoot, ia masih menggendong adik kecil ahenkara yang tertidur, mendengarkan hal itu dan mengatakan “semua orang akan membenci agradoot, bindu menginginkan bicara dengannya karena sudah berfikir salah tentang agradoot, setelah aku memberikan adik kecil ini pada ahenkara, aku akan mengembalikan saudaranya, maka aku akan memberintahu tentang kebenarannya kepada yang mulia bindusar”

Ahenkara juga ikut mendengarkan pengumuman tentang agradoot, ia berdiri di dekat jendela “Aku sudah melakukan kesalahan karena sudah memeprcayai agradoot, apakah ia akan melindungi adikku, aku sudah mengatakan semua perasaan ku tentang ashoka”

Shusima datang menemui ahenkara “agtadoot atau ashoka, dimana dia?”

Ahenkara terkejut melihatnya

Shusima terus mendesak ahenkara, ahenkara ketakutan 

shsuima langsung dan menjambak rambut ahenkara

shusima :” apa kau pikir aku tidak tahu apapun?”,aku dapat mengenali penghianat bahkan ketika ia memakai pakaian pelayan sekali pun” 

kilas balik ketika shusima mabuk ia sudah melihat pelayan itu ahenkara saat kembali keistana, dan shusima tahu dari prajurit yang mengadu bahwa ahenkara menemui ahradoot/ashoka

Shusima mengatakan pada ahenkara “aku sudah mengutus prajurit membawa pergi adik mu, tapi kau sudah menyetujui kematian adikmu dengan meminta bantuan agradoot”

Di kamar Bindu mengingat semua perlakuan perilaku dharma yang aneh dan ia sangat gelisah, cahru datang menemui bindu ia duduk di samping bindu

Bindu : ” aku hanya ingin diam dan aku ingin beristirahat”

Cahru :” kau menikahi ku pertama kali, aku sudah menghabiskan sebagian besar hidup ku bersama dengan dirimu, aku juga teman dalam hidupmu, kau dapat bercerita pada ku”

Bindu : ” aku tidak pernah mengira dharma ku akan berubah”

Cahru :”keadaanlah yang dapat mengubah orang, dharma dan ashoka bukanlah satu satunya yang berharga untuk keluarga kerajaan, mereka tidak akan mampu menangani ini, seorang ibu menginginkan anaknya mendapatkan segela sesuatu yang diinginkannya”, aku hanya ingin kau menghabiskan waktu mu bersama dengan dharma sehingga dia baik-baik saja”

Bindu berfikir bahwa segala sesuatunya sudah berubah diistana, dharma menjadi serakah, sedangkan cahru telah menjadi orang yang baik, tenang dan sangat tulus

Kembali pasa shusima dan ahenkara shusima mendorong ahenkara, 

ahenkara yang bergelantung memagang kusen jendela yterus tertawa, shusima hanya tertawa senang ia meminta agar shusima menariknya, tapi shusima hanya tertawa dan mengayakan tak akan ada orang yang akan membantu mu”

Shusima tertawa senang melihat ahenkara yang terus memohon pada dirinya.

PRECAP- Sushim menyerang Agradoot tapi Ahenkara menarik agradoot, ahenkara mengambil pisau dikeranjang buah, ahenkara tidak sengaja menusuk Sushim, semua orang terkejut.
Sumber http://www.portalsinopsis.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *